Kematian Tragis Sutan Syahrir

Sungguh tragis, Sutan Syahrir sakit dan kematiannya dalam tahanan Republik Indonesia yang merdeka.

Kematian Tragis Sutan Syahrir

Kematian Tragis Sutan Syahrir - Ia (Sutan Syahrir) berjuang untuk Indonesia merdeka, melarat dalam pembuangan untuk Indonesia merdeka, ikut membina Indonesia merdeka. Tapi sungguh tragis, Sutan Syahrir sakit dan kematiannya dalam status sebagai tahanan negara Republik Indonesia yang merdeka. Sutan Syahrir lebih banyak menderita di dalam Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, daripada di dalam Hindia Belanda kolonial yang ditentangnya.

Begitulah, perjalanan hidup Sutan Syahrir adalah sebuah ironi anak bangsa, bila tidak ingin dikatakan sebuah tragedi dalam perjalanan bangsa--menyangkut bagaimana bangsa ini seharusnya menghargai seorang putra terbaiknya. Ironis! semasa penjajahan, Sutan Syahrir menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun Sutan Syahrir harus mati karena pikiran sempit dan kepentingan politik segolongan elit bangsa.

Saat Republik masih bayi, Sutan Syahrir salah satu orang yang ada di garis depan untuk memimpin pemerintahan, mengatur negara, untuk mempertahankan diri terhadap serangan dari luar dan dari dalam. Dari luar, sebagai perdana menteri pertama republik ini, Sutan Syahrir harus berhadapan dengan usaha NICA-Belanda -- yang mendompleng tentara pendudukan Inggris -- yang ingin menjajah kembali negeri ini. Di dalam negeri, Sutan Syahrir berhadapan dengan usaha-usaha golongan politik tertentu yang ingin menjatuhkan pemerintahanan.

Jurus Sutan Syahrir untuk menghadapi semua tantangan tersebut adalah dengan berusaha memenangkan waktu. Ke dalam ia melakukan konsolidasi dengan mengorganisasikan perangkat negara, membina TNI, mendirikan kepolisian, memperkuat kedudukan pamong praja, mengeluarkan uang resmi pertama Indonesia. Ke luar, ia berjuang agar republik diakui internasional. Sutan Syahrir muncul ke depan karena saat itu Belanda dan Inggris menolak berunding dengan Soekarno, yang dicap dekat dengan Jepang.

Saat itu, Sutan Syahrir harus bermain di antara perjuangan fisik untuk mengusir Belanda dengan diplomasi internasional. Dengan kelihaiannya berdiplomasi, Sutan Syahrir memaksa Belanda mengakui de facto kedaulatan Republika atas Jawa, Madura dan Sumatera, melalui perundingan Linggarjati (25 Maret 1947). 

Sutan Syahrir juga melobi sahabat-sahabatnya -- di antaranya Jawaharlal Nehru dari India -- agar Indonesia bisa tampil di sidang Dewan Keamanan PBB, 14-25 Agustus 1947. Pidato Sutan Syahrir di PBB membuka mata dunia atas perjuangan rakyat Indonesia. Setelah pidato ini, PBB membentuk Committee of Good Offices (Panitia Jasa-jasa Baik) untuk membuka jalan damai penyelesaian sengketa Indonesia-Belanda. Diplomasi Sutan Syahrir ini semakin memperlancar proses pengakuan dunia atas Indonesia Merdeka.

Semasa Jepang, Sutan Syahrir memang tak tampil. Tapi bukan berarti ia diam. Baginya, hubungan dengan penjajah baru biarlah diemban Soekarno dan Hatta. Sutan Syahrir berbeda pendapat dengan Soekarno-Hatta, yang dinilainya termakan janji Jepang yang akan memerdekakan negeri ini. Menurutnya, kemerdekaan bukan sesuatu yang harus diminta dari Jepang. Proklamasi harus dilakukan tanpa keterlibatan Jepang, karena ia tak ingin nantinya timbul anggapan Indonesia merdeka adalah ciptaan Jepang.

Karena itulah, semasa Jepang ia memilih berjuang di bawah tanah. Sutan Syahrir mengorganisisasikan barisan pemuda sepandangan, untuk merebut kemerdekaan dari Jepang, dengan rencana proklamasi tanggal 15 Januari. Beberapa pemuda mendesaknya untuk memproklamasikan kemerdekaan. Tapi Sutan Syahrir menolak. Baginya, hanya Soekarno dan Hatta yang layak memproklamasikan negeri ini. Sutan Syahrir lalu mendesak Hatta untuk memproklamasikan negeri ini. Namun, Hatta hanya ingin melakukan dengan Soekarno. Sutan Syahrir dan Hatta-pun mendatangi Soekarno. Tapi, Soekarno ragu dan tampaknya masih percaya dengan janji Jepang.

Tindakan ini membuat marah kelompok pemuda, yang lalu menculik Soekarno dan Hatta ke Rangkasdengklok, mendesak mereka segera menyatakan proklamasi. Pemuda-pemuda ini adalah kader-kader Sutan Syahrir, yang tahu benar bahwa Jepang di Indonesia hanyalah untuk menjajah, bukan untuk memerdekakan negeri ini. Atas bimbingan Sutan Syahrir, para pemuda ini sadar Jepang akan kalah dalam Perang Dunia II. Tentara Sekutu dan Belanda akan masuk lagi ke Indonesia. Oleh karenanya, negeri ini harus lebih dulu merdeka sehingga nantinya bisa berhadapan dengan Belanda sebagai bangsa merdeka.

Seakan menisbikan jasa-jasa Sutan Syahrir, tahun 1962 tanpa alasan jelas --berbagai sumber menyebutkan ini adalah hasil operasi Badan Pusat Intelijen pimpinan tokoh PKI Dr Soebandrio, yang dekat dengan Soekarno -- Sutan Syahrir ditahan. Ia ditahan atas perintah Penguasa Perang Tertinggi Presiden Soekarno. Namanya dikaitkan dengan usaha coup d'etat dan pembunuhan Soekarno -- yang dituduhkan kepada orang-orang Partai Sosialis dan Masyumi.

Bagi Hatta tuduhan itu adalah bentuk ketidakadilan, karena kesalahannya tak pernah dibuktikan, apalagi diadili. Hatta pernah mencoba meyakinkan Soekarno bahwa Sutan Syahrir adalah korban fitnah PKI. Tapi Soekarno tak menanggapi surat Hatta ini yang meminta Sutan Syahrir dibebaskan. Soekarno juga membiarkan Sutan Syahrir menderita dalam tahanan, sehingga akhirnya ia jatuh sakit yang kemudian mengantarnya ke kematiannya.

Sutan Syahrir tak pernah mengeluh dan mengiba walaupun pemerintah menzaliminya. Kalaupun Sutan Syahrir mengeluh, lebih karena ia menilai kebodohan masih merajalela, negara salah urus dan maraknya korupsi pada pemerintahan. Semua, katanya, pasti akan berbuntut pada kesengsaraan rakyat.

Semasa hidup, Sutan Syahrir tak hanya berjuang untuk kemerdekaan. Ia juga dikenal penganut faham sosialis, yang memperjuangan terwujudnya masyarakat sosialis kerakyatan Indonesia. Sosialisme yang dimaksud Sutan Syahrir adalah yang berdasarkan kerakyatan, menjunjung tinggi martabat manusia, tidak memaksa.

Hatta menyebut Sutan Syahrir sebagai seorang sosialis demokrat, yang selalu mencita-citakan agar rakyat bebas dari segala tindasan. Sutan Syahrir punya andil besar dalam keluarnya Maklumat No X (16 Oktober 1945 saat ia menjadi ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat). Sebagian isi maklumat ini mengatur agar ada kebebasan berpolitik dan membentuk partai politik di Indonesia. Sutan Syahrir pernah menulis sosialisme adalah suatu cita-cita, ajaran dan pandangan hidup, juga gerakan untuk mengubah masyarakat agar hidup bersama.

Walau demikian, Sutan Syahrir mengecam mereka yang menganut faham sosialis yang diajarkan Mark-Engels, yang juga menekankan perlunya perjuangan kelas. Bagi Sutan Syahrir, kaum sosialis harus berpegang pada etik dan setia kawan, kemanusiaan, memperjuangan sosialisme secara kemanusiaan, tidak membabi buta berpegang pada ajaran Mark-Engels, seperti yang diterjemahkan Lenin dan Stalin.

Sutan Syahrir menilai orang komunis adalah jenis manusia yang tertarik oleh ajaran perjuangan kelas. Padahal, katanya, ajaran itu tak kenal damai. Sutan Syahrir menilai kaum komunis selalu memandang setiap orang yang tak sefaham sebagai musuh, yang harus dilawan, diruntuhkan agar kaum komunis bisa menuju kekuasan. Sosialisme kerakyatan, baginya, harus menjunjung tinggi solidaritas, bukan memepertajam perbedaan kelas,

Untuk pemerintah, sosialisme kerakyatan berjuang untuk membentuk pemerintahan oleh rakyat untuk rakyat, yang menghormati kehidupan pribadi seseorang tanpa gangguan negara; adanya persamaan warga di mata hukum, tanpa membedakan ras, suku, kelamin dan agama; perwakilan rakyat yang merdeka yang didapat melalui pemilihan yang merdeka; pemerintahan yang dilakukan oleh mayoritas dengan menghormati hak-hak minoritas; pembuatan undang-undang melalui lembaga perwakilan; serta pengadilan yang tak dipengaruhi negara.

Menurut Sutan Syahrir, Sosialisme juga mempunyai tujuan ekonomi untuk menjadikan kehidupan penduduk lebih baik. Mengusahakan tak adanya pengangguran, bertambahnya produksi dan pembagian harta yang lebih merata. Kepentingan produksi harus berjalan untuk kepentingan rakyat dengan kegiatan yang rasional dan efisien.

Walau seorang sosialis, Sutan Syahrir keras menolak dotrin Karl Marx perihal perjuangan kelas (yang dianut PKI). Sutan Syahrir menolak mengikatkan diri dengan pusat gerakan komunis internasional, seperti yang diucapkannya pada konferensi hubungan antar-Asia di New Delhi --dengan mengajukan gagasan politik luar negeri bebas aktif untuk Indonesia.

Dalam dunia politik, Sutan Syahrir ingin agar partai-partai mengusahakan pendidikan politik rakyat, agar rakyat jadi pintar, matang dan berjiwa kritis. Ia mengkritik partai-partai yang pemimpinnya hanya bisa berpidato, memanfaatkan rakyat yang tetap saja bodoh untuk kekuasaannya. Sutan Syahrir melihat saat awal kemerdekaan telah muncul juga ancaman aliran totaliterisme dan otoriterisme di pemerintah --yang semuanya ia sebut sebagai peninggalan feodalisame.

Melalui tulisan dalam brosur bertajuk Perjuangan Indonesia, Sutan Syahrir mengimbau pemuda Indonesia untuk berjuang membentuk pemerintahan demokratis, bukan pemerintahan fasis, bukan juga pemerintahan feodal. Sutan Syahrir mengungkapan fasisme bisa muncul di mana saja dan kapan saja --di kalangan militer dan birokrasi, juga dalam kehidupan rakyat sehari-hari. Sutan Syahrir meminta pemuda waspada pada keinginan untuk menang sendiri dan memaksakan kehendak.

Fasisme yang dikhawatirkan Sutan Syahrir ternyata muncul dengan kedekatan Soekarno dan PKI. Fasisme juga muncul dalam pemerintah orde baru yang berkolobarasi dengan militer. Sifat fasisme yang ada di pemerintahan masa itu telah memenjarakan Sutan Syahrir. Ia meninggal dalam penderitaan 16 April 1966 saat dirawat di Zurich, Swiss, jauh dari tanah yang ia perjuangkan untuk merdeka.

Saat berpulang Sutan Syahrir bahkan tak meninggalkan kekayaan apapun untuk istrinya, Siti Wahyuni "Poppy" Saleh SH dan dua anaknya yang masih kecil. Namun, bagi rakyat republik ini, Sutan Syahrir meninggalkan pesan bahwa perjuangan bangsa belum selesai bila rakyat belum hidup dalam kesejahteraan, bila mereka belum bebas dari rasa kekurangan, ketakutan dan kecemasan.
Nama

Architect,1,Astronomy,1,Auto,3,Food,1,Health,8,History,9,Khazanah,45,Military,1,News,12,Science,4,Sport,1,Style,3,Tech,16,Travel,4,Videos,2,
ltr
item
Digopedia: Kematian Tragis Sutan Syahrir
Kematian Tragis Sutan Syahrir
Sungguh tragis, Sutan Syahrir sakit dan kematiannya dalam tahanan Republik Indonesia yang merdeka.
https://3.bp.blogspot.com/-B-gXXLM1Q4Q/Wze6qLs0fZI/AAAAAAAAALA/gaExV3rYkT0bMx9e5bmUg42TIaopsL3qACLcBGAs/s400/kematian-tragis-sutan-syahrir.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-B-gXXLM1Q4Q/Wze6qLs0fZI/AAAAAAAAALA/gaExV3rYkT0bMx9e5bmUg42TIaopsL3qACLcBGAs/s72-c/kematian-tragis-sutan-syahrir.jpg
Digopedia
https://www.digopedia.com/2018/07/kematian-tragis-sutan-syahrir.html
https://www.digopedia.com/
https://www.digopedia.com/
https://www.digopedia.com/2018/07/kematian-tragis-sutan-syahrir.html
true
5414082328370972663
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy