Dua Tantangan Umat Dewasa Ini

Tantangan identitas itu semakin besar di hadapan umat. Paling tidak ada dua tantangan besar.

Dua Tantangan Umat Dewasa Ini

Dua Tantangan Umat Dewasa Ini -- Bulan Ramadhan tinggal beberapa bulan lagi. Orang beriman sepatutnya mempersiapkan kualitas diri untuk menyambut bulan penuh barkah ini. Puasa adalah salah satu usaha untuk mengembalikan identitas diri yang lebih baik. Setiap individu muslim terlahir dalam keadaan fitrah berdasarkan din al-hanif, agama tauhid, keyakinan yang selalu cenderung kepada kebenaran, keadilan, kebaikan dan segala yang ma'ruf.

Inilah fitrah manusia, kejadian asalnya sebagai makhluk Allah. Mungkin selama sebelas bulan sebelum Ramadhan, karena godaan syetan dan hawa nafsu, sebagian umat telah pergi terlalu jauh dari identitas tersebut. Dengan kedatangan Ramadhan sebagai bulan ampunan, rahmat dan keterlepasan dari azab neraka, diharapkan orang yang berpuasa telah dapat membersihkan diri dari noda dan dosa yang mengotori identitasnya sebagai umat beriman.

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Sekiranya kalian menjadi kafir, maka Allah itu sesungguhnya tidak membutuhkan kalian. Ia tidak rela kekufuran menimpa hamba-hamba-Nya. Bila kalian bersyukur, Ia merestui kalian. Beban seseorang tidak dipikul oleh orang lain. Kemudian kalian akan kembali kepada Tuhan kalian, lalu Ia akan memberikan apa yang pernah kalian lakukan. Ia sangat mengetahui apa yang ada dalam dada." (az-Zumar: 7)
Sepatutnya dengan memasuki bulan baru dan tahun baru setelah Ramadhan setiap tahun nanti, orang yang berpuasa dapat kembali lagi kepada fitrahnya yang benar dari Allah, dengan menyadari jati diri sebagai umat muslim, bangsa yang menyerahkan dirinya kepada jalan yang telah digariskan Allah dalam Kitab-Nya yang mulia dan Sunnah Rasul-Nya yang terpercaya.

Dua Tantangan Umat Islam 

Tampaknya tantangan identitas itu semakin besar di hadapan umat. Paling tidak ada dua tantangan besar, pertama berasal dari dalam umat sendiri yang mengaku sebagai muslim tetapi tidak begitu peduli dengan cara hidup Islam dalam urusan sehari-hari. Barangkali ia masih tetap berbuat dosa dan melakukan kejahatan. Kualitas umat yang semacam ini memang disebutkan dalam Qur'an seperti terlihat dari prilaku beberapa suku pedalam Arab di masa lalu.

 قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Orang-orang Arab badui itu mengatakan: 'Kami telah beriman!'. Katakanlah (kepada mereka): 'Kalian sebenarnya belum beriman, tetapi katakanlah 'kami baru Islam (baru mengucapkan syahadat dan belum mengamalkannya)', tetapi iman belum masuk ke hati kalian. Sekiranya kalian mematuhi Allah dan Rasul-Nya, Ia tidak akan mensia-siakan amal perbuatan kalian sedikitpun juga. Allah itu sesungguhnya Maha Pengampun, Maha Pengasih." (al-Hujurat: 14)
Gejala tersebut bukan hanya berlaku untuk suku-suku Badui di masa Qur'an diturunkan, tetapi merupakan gejala kemanusiaan sepanjang masa. Hal itu, karena tuntunan Qur'an bersifat universal yang diturunkan untuk semua bangsa dan masa. Gejala tersebut juga tampak dari penampilan umat hari ini di Indonesia.

Masyarakat memang masih terikat dengan ciri-ciri lahiriyah atau kesalehan formal, tetapi belum banyak yang memperlihatkannya dalam tingkah laku sosial. Jama'ah masjid semakin ramai, semarak puasa tampak meningkat dan takbir berkumandang di mana-mana di seluruh kota dan desa, tetapi tingkat kejahatan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia juga meningkat.

Misalnya pada waktu ini terasa sangat sulit mencari orang yang dapat dipercaya, yang amanah, yang tidak menggunting dalam lipatan. Sangat menyedihkan, bahkan di kalangan organisasi-organisasi formal Islam, gejala ini juga tampak. Kita juga tidak mudah sekarang ini menemukan muslim yang betul-betul ikhlas, apalagi yang rela mengorbankan harta dan nyawanya untuk menegakkan agama Allah. Kita melihat cinta dunia semakin menjadi-jadi, tanpa takut melanggar larangan Allah.

Kedua adalah tantangan dari luar umat sendiri, dari orang yang barangkali bernama komunis, ateis, skularis, zionis yahudi, nashara, syi'ah dan lain-lain. Mereka memusuhi umat Islam karena di antara umat ini masih ada yang konsisten mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Allah, dan tidak rela menyerahkan diri kecuali hanya kepada Tuhan Yang Esa ini. Qur'an memperingatkan kita terhadap tantangan yang bersifat universal dan mendunia ini. Umat Islam yang mendapat tantangan fisik seperti ini diberi izin untuk membela diri dengan melakukan jihad di jalan Allah.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ 
Kepada orang-orang yang diperangi karena dizalimi, diizinkan (untuk berperang membela diri). Allah sesungguhnya sangat kuasa untuk memenangkan mereka. Yaitu orang-orang yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang sah, kecuali hanya karena mereka mengatakan bahwa 'Tuhan kami Allah!'." (al-Hajj:39-40)
Karena itu saudara-saudara kita di Suriah, Palestina, Rohingya, atau dimana saja sekarang ini, yang sedang melakukan jihad di jalan Allah untuk mempertahankan agama dan identitas Islam mereka; mereka tidak perlu gentar dan takut berada di jalan yang benar. Allah telah menjanjikan dukungan penuh dalam kitab-kitab-Nya yang tidak pernah dimasuki oleh kebatilan:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ. نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي  الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ. نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ
Sesungguhnya orang yang mengatakan bahwa Tuhan kami Allah, kemudian mereka konsisten dengan itu, para malaikat berebutan turun (ke bumi untuk memantapkan mereka). (Mereka mengatakan) 'Jangan takut dan jangan sedih, Kalian diberi kabar gembira dengan sorga yang dijanjikan kepada kalian. Kami adalah pelindung kalian dalam kehidupan di dunia dan di akherat. Untuk kalian dalam kehidupan yang akan datang, apa yang kalian idam-idamkan dan untuk Kalian apa yang kalian minta. Anugerah yang diturunkan dari Tuhan Maha Pengampun, Maha Pengasih." (Fushshilat: 30-32)
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ. أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Sesungguhnya orang yang mengatakan bahwa Tuhan kami Allah, kemudian mereka konsisten, maka tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka merasa sedih. Mereka adalah penghuni surga abadi, sebagai balasan atas amal perbuatan mereka." (al-Ahqaf: 13-14)
Umat Islam dalam pasca Ramadhan tidak boleh dilalaikan oleh simbul-simbul paganisme, kemusyrikan dan skularisme. Masa depan dan kejayaan umat adalah kembali kepada Islam yang hanif melalui kerja keras dan jihad di jalan Allah untuk menegakkan kekhalifahan-Nya di muka bumi.

Umat berkewajiban untuk menegakkan hukum Allah, keadilan dan kebenaran. Umat ini harus teguh dan sabar dalam menghadapi tantangan dari luar dan dari dalam yang sedang mengancamnya. Kemaslahatan umat bukanlah dengan menghadapkan wajah ke Timur atau ke Barat, tetapi dengan bepegang teguh kepada tali Allah yang kokoh.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, tentu Kami telah membukakan (berbagai pintu) keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustai (Kami) sehingga Kami menghukum mereka atas apa yang mereka lakukan." (al-A'raf: 96)
Nama

Architect,1,Astronomy,1,Auto,3,Food,1,Health,8,History,9,Khazanah,45,Military,1,News,12,Science,4,Sport,1,Style,3,Tech,16,Travel,4,Videos,2,
ltr
item
Digopedia: Dua Tantangan Umat Dewasa Ini
Dua Tantangan Umat Dewasa Ini
Tantangan identitas itu semakin besar di hadapan umat. Paling tidak ada dua tantangan besar.
https://1.bp.blogspot.com/-0kbKW65D3s0/WznjrXxsCFI/AAAAAAAAAUM/DVX4ky0KI1k0lgXS4Y0H7t1EegFbKCImgCLcBGAs/s400/dua-tantangan-umat-dewasa-ini.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-0kbKW65D3s0/WznjrXxsCFI/AAAAAAAAAUM/DVX4ky0KI1k0lgXS4Y0H7t1EegFbKCImgCLcBGAs/s72-c/dua-tantangan-umat-dewasa-ini.jpeg
Digopedia
https://www.digopedia.com/2018/06/dua-tantangan-umat-dewasa-ini.html
https://www.digopedia.com/
https://www.digopedia.com/
https://www.digopedia.com/2018/06/dua-tantangan-umat-dewasa-ini.html
true
5414082328370972663
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy